<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/3737249059550759401?origin\x3dhttp://pamelarizqi.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> Flower 59
Hello!
selamat datang di blog pamelaa
Clock Widgets
terimakasih sudah berkunjung

Biography
HELLO! i am mellvellouss



frieeendsss
erikka gigik
auull alay kimi

Archives
April 2013
Mei 2013
Juni 2013


Credits
Layout by Jolene
Icon: K-K

D. part 3 @ Sabtu, 11 Mei 2013, 08.51
aku ingin melupakan. apapun tentangnya, aku ingin lupa. tak peduli sejauh mana aku mencoba untuk bersamanya, dia tidak akan pernah peduli kepadaku. sejauh mana aku mencoba untuk membuatnya bangga kepadaku, dia tetap tidak peduli. semuanya terasa siasia. baginya, aku hanyalah seorang anak kecil yang tidak tahu apa2 tentangnya dan kehidupannya. aku hanyalah seorang pencemburu yang pasti dia akan risih dengan hal itu. aku bukan siapa2 baginya. mungkin, teman.

aku sering mengatakan kepada diriku sendiri, bahwa aku bisa dan aku mampu melalui ini semua dan semua yang telah berlalu akan berakhir bahagia. aku meyakinkan diriku sendiri bahwa memang hanya ada dia di dalam hatiku. tak pernah satu haripun, satu detik pun aku melupakannya.

namun, apalah daya aku. sepertinya dia memang sudah menentukan pilihan. bagaimana dia akan merajut mimpi dengan seseorang, merajut masa depan yang lebih baik. dan aku yakin itu bukan aku.
aku tidak tahu harus bagaimana. hanya dengan seorang pria (yang belum tentu dia merasakan hal yang sama seprti yang kurasakan) aku jadi begini galaunya.

entahlah. semua memang sudah diatur oleh Allah. pada akhirya semua tak ada yang tahu rahasiaNya. bahkan  aku.